TUGAS 04
SISTEM BERKAS
MAKALAH
ORGANISASI BERKAS INDEX SEQUENTIAL
DISUSUN OLEH: NAMA : Fikki Rian Irawan
NIM : 141051080
|
JURUSAN
TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT
SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND
YOGYAKARTA
2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadiran Tuhan Yang Maha Esa
atas rahmat dan petunjuk-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah
yang mana makalah ini disusun bertujuan untuk memenuhi tugas Sistem Berkas
dalam menempuh pendidikan di IST AKPRIND Yogyakarta.
Penulis menyadari bahwa masih banyak
kekurangan dan keterbatasandalam penyajian data dalam makalah ini. Oleh karena
itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pembaca
demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini berguna dan dapat menambah
pengetahuan pembaca.
Demikian makalah ini penulis susun, apabila
ada kata- kata yang kurang berkenan dan banyak terdapat kekurangan, penulis
mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Penulis
DAFTAR ISI
Sampul.........................................................................................
Kata Pengantar
.............................................................................
Daftar Isi
......................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN..................................................................
1.1 Latar belakang masalah
1.2 Identifikasi masalah
1.3 Maksud dan Tujuan
BAB II
PEMBAHASAN.................................................................
2.1 pengertian
organisasi berkas indeks sequential
2.2 Hal
yang berhubungan dengan organisasi berkas index sequential
2.3 Kegunaan
dan Kelemahan dalam organisasi berkas index sequential
2.4 Tahapan
dalam organisasi berkas secara sequential
2.5 Struktur
pohon
2.6 Pohon
biner
2.7 Implementasi
organisasi berkas index sequential
BAB III
PENUTUP.........................................................................
3.1 Kesimpulan
& Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Sistem merupakan sekumpulan komponen yang
saling berinteraksi menghasilkan suatu hal atau tujuan. Berkas adalah sebuah
unit tempat menyimpan informasi. dapat diakses lebih dari satu proses, dapat
dibaca, dan bahkan menulis yang baru.
Organisasi File adalah suatu teknik atau cara
yang digunakan menyatakan dan menyimpan record–record dalam sebuah file.
Penyimpanan ataupun penulisan character demi character yang ada didalam
external memory, harus diatur sedemikian rupa sehingga komputer bisa dengan
mudah menemukan kembali data-data yang tersimpan didalamnya. Aturan inilah yang
kemudian dikenal sebagai organisasi file. Dalam hal ini, dikenal ada beberapa
metoda, yaitu: Sequential File, Random File dan Index Sequential File.
Sequential file merupakan suatu cara ataupun
suatu metode penyimpanan dan pembacaan data yang dilakukan secara berurutan.
Dalam hal ini, data yang ada akan disimpan sesuai dengan urutan masuknya. Data
pertama dengan nomor berapapun, akan disimpan ditempat pertama, demikian pula
dengan data berikutnya yang juga akan disimpan ditempat berikutnya.
Dalam melakukan pembacaan data, juga akan dilakukan secara berurutan, artinya, pembacaan akan dimulai dari data paling awal dan dilanjutkan dengan data berikutnya sehingga data yang dimaksud bisa diketemukan.
Dalam melakukan pembacaan data, juga akan dilakukan secara berurutan, artinya, pembacaan akan dimulai dari data paling awal dan dilanjutkan dengan data berikutnya sehingga data yang dimaksud bisa diketemukan.
Sedangkan Sistem Berkas adalah sistem
penyimpanan pengorganisasian, pengelolaan data pada alat penyimpanan eksternal,
dengan menggunakan teknik organisasi data tertentu. Pengertian organisasi
berkas adalah teknik atau cara untuk menyatakan dan menyimpan record-record
dalam berkas/file. Record adalah merupakan kumpulan dari data yang terstruktur.
Dalam record setiap elemen bisa mempunyai data yang berbeda antara satu dengan
yang lainnya. Model dasar berkas file terdiri atas 4 macam, yaitu: (1) Sequential,
(2) Relative, (3) Index Squential dan (4) Multi Key.
1.2. Identifikasi Masalah
Adapun identifikasi masalah dalam makalah ini yaitu sebagai
berikut :
1. Apa pengertian Organisasi Berkas Index
Sequential ?
2. Hal-hal yang berhubungan dengan Organisasi
Berkas Index Sequential ?
3. Apa keuntungan dan kerugian pada Organisasi
Berkas Index Sequential ?
4. Bagaimana tahapan-tahapan dalam penyusunan
Organisasi Berkas Index Sequential?
5. Apa yang dimaksud dengan struktur pohon?
6. Apa yang dimaksud dengan pohon biner?
7. Implementasi Organisasi Berkas Index
Sequential
1.3.
Maksud dan Tujuan
Secara umum tujuan penyusunan makalah ini
bertujuan Sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas
mata kuliah Sistem Berkas serta menjelaskan tentang Organisasi Berkas
Index Sequential.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Organisasi Berkas Indeks Sequential
adalah merupakan Salah satu cara yang paling
efektif untuk mengorganisasi kumpulan record-record yang membutuhkan akses
record secara sekuensial maupun akses record secara individu berdasarkan nilai
key.
Organisasi berkas sekuensial juga merupakan
cara yang paling dasar untuk mengorganisasikan kumpulan record record dalam
sebuah berkas Dalam organisasi berkas sekuensial, pada waktu record ini dibuat,
record-record direkam secara berurutan.Record pertama ditempatkan pada posisi
pertama dalam berkas, record kedua ditempatkan pada posisi kedua dalam berkas
dan seterusnya
.Begitu pula pada waktu pengaksesan dan pada
waktu berkas ini digunakan sebagai input, record-record harus diakses secara
berurutan. Struktur Pohon Sebuah pohon (tree) adalah struktur dari sekumpulan
elemen, dengan salah satu elemennya merupakan akarnya atau root dan sisanya
yang lain merupakan bagian-bagian pohon yang terorganisasi dalam susunan
berhirarki dengan root sebagai puncaknya.
2.2. Hal-Hal Yang Berhubungan Dengan Organisasi Berkas Index
Sequential
2.2.1. Jenis Akes Berkas Index Sequential :
· Akses Sequential (suatu cara pengaksesan
record yang didahului pengaksesan record-record didepannya). Contoh Magnetic
Tape.
· Akses Direct (suatu cara pengaksesan record yang
langsung, tanpa mengakses seluruh record yang ada). Contoh: Magnetic Disk.
2.2.2. Jenis Proses Berkas Index Sequential :
· Batch (proses mengolah data dengan
menghimpunnya terlebih dahulu kemudian mengatur dan mengelompokkannya ke dalam
kelompok-kelompok yang disebut batch atau bisa diartikan suatu proses yang
dilakukan secara group dan kelompok). Contoh File ada kalau didukung file lain,
file nilai, ada dosen, mahasiswa, dan lain-lain.
· Interactive (mengolah data dengan saling berhubungan
atau berkaitan secara langsung yang dilakukan secara satu persatu yaitu record
demi record). Contoh pencarian IPK mahasiswa yang lebih dari 3.
2.2.3. Struktur Berkas Index Sequential:
· Index =binary search tree
· Data =sequential
Index-nya digunakan untuk melayani sebuah
permintaan untuk mengakses sebuah record tertentu. Sedangkan data-nya digunakan
untuk mendukung akses squential terhadap seluruh kumpulan-kumpulan record.
2.3. Kegunaan dan Kelemahan Dalam Organisasi Berkas
Index Sequential :
2.3.1. Kegunaan Index Sequential File
· Bentuk file yang paling banyak dipakai.
· Dipakai bila file ingin selalu dalam kondisi
up to date.
· Sebuah record dapat di insert
(dimasukkan/ditambah) atau di retrieve (dibetulkan/dikembalikan semula) secara
langsung melalui indexnya.
· Sangat sesuai untuk proses secara on-line
· Bisa juga diakses secara sequential
· Mempunyai semua keunggulan dari sequential
file
2.3.2. Kelemahan Index Sequential File
· Search/pencarian hanya bisa melalui sebuah key
saja, yaitu key yang mengurutkan file Performance.
· Diperlukan perubahan data, maka seluruh record
yang tersimpan didalam master file ini, harus semuanya diproses terlebih
dahulu.
· Data yang tersimpan harus sudah urut (sorted).
· Posisi data yang tersimpan sangat sulit untuk
up-to-date, sebab master file hanya bisa berubah saat proses selesai dilakukan.
· Tidak bisa dilakukan secara langsung.
2.4. Tahapan Dalam Organisasi Berkas Secara Sequential
Ada beberapa tahapan dalam organisasi berkas secara sequential,
yaitu :
1. Pengumpulan Data
Proses dimana data yang ada dikumpulkan secara berurut
berdasarkan klasifikasi yang membedakannya. Pada tahap pengumpulan data ini,
semua data akan diurutkan secara bertahap dan terorganisir dengan baik.
2. Pemasukkan Data ( Input Data )
Pada tahap ini, data-data yang telah dibedakan dan dikumpulkan
tersebut akan secara permanent dimasukkan ( di input ) kedalam suatu device
penyimpanan. Device ( media ) penyimpanan ini dapat berupa memori atau device
penyimpanan lainnya.
3. Pengeditan Data
Tahap selanjutnya yang harus dilakukan dalam proses secara
sequential adalah pengeditan data. Setelah data yang ada dikumpulkan dan proses
input data juga telah dilakukan maka proses selanjutnya adalah editing. Dalam
tahap ini data yang telah di input akan diubah ( edit ).
4. Penyortiran Data Yang Telah Di Edit
Tahap terakhir dalam tahap sequential ini adalah penyortiran.
Setelah user melakukan pengeditan pada data-data yang ada, maka selanjutnya
data yang telah di edit tersebut kan di sortir.
2.5. STRUKTUR POHON
Sebuah pohon (tree) adalah struktur dari
sekumpulan elemen, dengan salah satu elemennya merupakan akarnya atau root, dan
sisanya yang lain merupakan bagian-bagian pohon yang terorganisasi dalam
susunan berhirarki, dengan root sebagai puncaknya. Contoh umum dimana struktur
pohon sering ditemukan adalah pada penyusunan silsilah keluarga, hirarki suatu
organisasi, daftar isi suatu buku dan lain sebagainya.
Akar pohon (root) adalah Handoko.
Secara rekursif suatu struktur pohon dapat
didefinisikan sebagai berikut:
· Sebuah simpul tunggal adalah sebuah pohon.
· Bila terdapat simpul n, dan beberapa sub-pohon
T1,T2,...,Tk, yang tidak saling
berhubungan, yang masing-masing akarnya adalah
n1,n2,..., nk, dari simpul/sub pohon ini dapat dibuat sebuah pohon baru dengan
n sebagai akar dari simpul-simpul n1,n2,...,nk.
2.6. POHON BINER
Pohon Biner adalah Binary Tree atau Pohon
Biner adalah sebuah tree yang setiap nodenya maksimal hanya memiliki dua anak.
Salah satu tipe pohon yang paling banyak dipelajari adalah pohon biner. Pohon Biner adalah pohon yang setiap simpulnya memiliki paling banyak dua buah cabang/anak.
Pada contoh gambar tersebut, indeksnya disusun
berdasarkan binary search tree. Indeksnya digunakan untuk melayani sebuah
permintaan untuk mengakses sebuah record tertentu, sedangkan berkas data
sekeunsial digunakan untuk mendukung akses sekuensial terhadap seluruh kumpulan
record-record.
2.7. IMPLEMENTASI ORGANISASI BERKAS INDEX SEQUENTIAL
Ada 2 pendekatan dasar untuk
mengimplementasikan konsep dari organisasi berkas indeks sequential , yaitu:
1. Blok Indeks dan Data (Dinamik)
2. Prime dan Overflow Data Area (Statik)
Kedua pendekatan tersebut mengunakan sebuah
bagian indeks dan sebuah bagian data, dimana masing-masing menempati berkas
yang terpisah. Alasannya :
Karena Kedua pendekatan tersebut
menggunakan bagian indeks dan bagian data, dimana masing-masing menempati file
yang terpisah. Karena diimplementasikan pada organisasi internal yang berbeda.
Masing-masing file tersebut harus menempati pada alat penyimpan yang bersifat
Direct Access Storage Device (DASD). Keterangan:
1. Blok Indeks dan Data (Dinamik)
Pada pendekatan ini berkas indeks dan berkas
data diorganisasikan dalam blok. Berkas indeks mempunyai struktur tree,
sedangkan berkas data mempunyai struktur sekuensial dengan ruang bebas yang
didistribusikan antar populasi record.
Untuk cara pertama, kita menyusun data dengan
lebih memperhatikan ke data yang bersifat logik, bukan fisik. Jadi, data dan
index diorganisasikan ke dalam blok-blok. Blok-blok index diorganisasi secara
sequential (consecutive) dan bertingkat-tingkat (misal setiap blok hanya berisi
4 record index yang berisi key field dan pointer).
Setiap tingkat akan menuju ke blok data (misal
setiap blok hanya berisi 4 record data) di tingkat selanjutnya dan
seterusnya menuju ke blok data yg akan mendapatkan record yg dicari secara
direct.
Bila dilakukan penyisipan data dan blok
tertentu (tempat data baru itu) sudah penuh (tidak ada tempat kosong/ padding
lagi), maka akan dilakukan reorganisasi blok dengan membentuk blok baru. Tentu,
mungkin saja perubahan ini akan berdampak pada isi blok index-nya.
Bila dilakukan penyisipan data dan track
tertentu (tempat data baru itu) sudah penuh (tidak ada tempat kosong/ padding
lagi), maka akan dilakukan reorganisasi track dengan membentuk track
baru.Tentu, track baru itu di luar prime data file-nya, yaitu di overflow data
area-nya.
Contohnya ;
Contohnya ;
Pada gambar tersebut ada N blok data dan
3 tingkat dari indeks. Setiap entry pada indeks mempunyai bentuk (nilai key
terendah, pointer), dimana pointer menunjuk pada blok yang lain, dengan nilai
key-nya sebagai nilai key terendah. Setiap tingkat dari blok indeks menunjuk
seluruh blok, kecuali blok indeks pada tingkat terendah yang menunjuk ke blok
data.
Jika sebuah permintaan untuk mengakses record
tertentu, misal kita ingin mengakses dengan nilai key BAT, indeks dengan
tingkat tertinggi (dalam hal ini blok indeks 3-1) yang pertama yang akan dicari
pada contoh ini, pointer dari AARDVARK menunjuk blok indeks 2-1. Pointer yang
ditunjuk pada kotak tersebut adalah pointer yang berisikan AARDVARK, yang akan
menunjuk ke blok indeks 1-1. Pointer berikutnya yang akan ditunjuk adalah
pointer yang berisi BABOON, yang selanjutnya akan menunjuk blok data 2. Blok
data ini akan mencari untuk record dengan key tujuan, yaitu BAT, dimana pada
blok ini record tersebut ditemukan.
Pendekatan lain untuk mengimplementasikan
berkas indeks sequential adalah berdasarkan struktur indeks dimana struktur indeks
ini lebih ditekankan pada karakteristik hardware (fisik) dari penyimpanan,
dibandingkan dengan distribusi secara logik dari nilai key.
Indeksnya ada beberapa tingkat, misalnya
tingkat cylinder index dan tingkat track index. Berkas datanya secara umum
diimplementasikan sebagai 2 berkas, yaitu prime area dan overflowarea.
Contohnya:
Setiap cylinder dari alat penyimpanan
mempunyai 4 track. Pada berkas binatang ada 6 cylinder yang dialokasikan pada
prime data area. Track pertama (nomor 0) dari setiap cylinder berisi sebuah
indeks pada record key dalam cylinder tersebut. Dalam sebuah track data,
tracknya disimpan secara urut berdasarkan nilai key. Tingkat pertama dari
indeks dalam berkas indeks dinamakan master indeks. Tingkat kedua dari indeks
dinamakan cylinder indeks. Entry pada master indeks: nilai key tertinggi,
pointer. Entry pada cylinder indeks: nilai key tertinggi, nomor
cylinder. Contoh Pengaksesan, Misal : mengakses dengan nilai key BAT
Ø Pertama
: Cari pada master indeks,
Ø Kedua
: Karena BAT ada di depan LYNX, maka pointer dari LYNX akan menunjuk ke
cylinder index,
Ø Ketiga
: Karena BAT ada di depan ELEPHANT, maka pointer dari ELEPHANT akan menunjuk ke
track 0 dari cylinder 1,
Ø Keempat
: Karena BAT ada di belakang BABOON dan di depan COW, maka pointer dari BABOON
akan menunjuk ke track 2,
Ø Kelima : Cari secara
sequential sampai BAT ditemukan.
Hal ini bisa disimpulkan: Permintaan untuk
mengakses data secara sequential akan dilakukan dengan mengakses cylinder dan
track dari berkas data prime secara urut.
BAB III
PENUTUP
3.1. KESIMPULAN & SARAN
Dari data diatas maka didapatkan kesimpulan
yaitu Organisasi berkas indeks sequential adalah Berkas/file yang disusun
sedemikian rupa sehingga dapat diakses secara sequential maupun secara direct
(langsung) atau kombinasi keduanya, direct dan sequential data merupakan segala
sesuatu yang masih dalam bentuk bahan mentah yang akan diproses. Data yang
sudah diproses tersebut dan berguna bagi orang yang menerimanya ini disebut
sebagai informasi.
Indeks disusun berdasarkan binary search
tree dan digunakan untuk melayani sebuah permintaan untuk mengakses sebuah
record tertentu. Berkas data sequential digunakan untuk mendukung akses
sequential terhadap seluruh kumpulan record-record.
Pada pendekatan ini kita menyusun data dengan
lebih memperhatikan ke data yang bersifat logik, bukan fisik, jadi berkas
indeks dan berkas data diorganisasikan dalam blok. Berkas indeks mempunyai
struktur tree.
Berkas data mempunyai struktur sequential
dengan ruang bebas yang didistribusikan antar populasi record. Didalam
organisasi Berkas index sequential ini ada 2 pendekatan dasar untuk
mengimplementasikan konsep dari organisasi berkas indeks sequential , yaitu:
Blok Indeks dan Data (Dinamik) , Prime dan Overflow Data Area (Statik) .
DAFTAR PUSTAKA
5. http://q2nsinfomasi08.blogspot.com/2009/11/organisasi-berkas-indeks-sequential.html
6. http://journal.mercubuana.ac.id/data/1Bab5.doc
TUGAS 04 SISTEM BERKAS MAKALAH ORGANISASI BERKAS INDEX SEQUENTIAL
4/
5
Oleh
fikkirian